Selasa, 19 Januari 2010

Pesona Keindahan Taman Laut Bunaken

Taman Laut Bunaken February 19, 2009

bunaken-reefTaman Nasional Bunaken, adalah salah satu andalan kota Manado untuk menjadi kota pariwisata dunia pada 2010 karena Bunaken diakui sebagai salah satu taman laut papan atas sedunia. Secara administratif daerah Bunaken masih masuk dalam wilayah Manado
Indahnya-BunakenKarena keindahannya taman laut bunaken selalu di kunjungi oleh wisatawan-wisatawan dari turis lokal(dalam negeri)maupun turis-turis dari mancanegara.Bahkan masyarakat Sulawesi utara sendiri hampir setiap hari ada saja yang berwisata ke Bunaken.
Mari kunjugilah taman laut bunaken yang terkenal akan keindahan bawah lautnya dan kita sebagai wisatawan mari jagalah kebersihan dimana kita berada.
(Mich)

pulau-bunakenBunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

bunaken Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Senin, 18 Januari 2010

Keanekaragaman Hayati Bambu Endemik Indonesia Terancam Punah Pada 2019

Keanekaragaman Hayati Bambu Endemik Indonesia Terancam Punah Pada 2019

(kesimpulan) Sebanyak 30-40 persen dari 88 jenis bambu endemik Indonesia terancam mengalami kepunahan. Ada tiga penyebab utama kepunahan bambu di Indonesia yaitu:

  1. Alih tata guna lahan
  2. Pengambilan secara berlebihan
  3. Penyelundupan ke luar negeri.

Pakar bambu dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), Elizabeth Widjaja, dalam Seminar Nasional "Bamboo for Modern Life" di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, mengatakan bahwa saat ini di Indonesia tumbuh sekitar 159 jenis bambu dan sebanyak 88 jenis di antaranya endemis, jika dibiarkan, kepunahan kemungkinan besar akan terjadi pada tahun 2019-2025. Pengaruh terbesar ancaman kepunahan bambu disebabkan alih guna lahan di habitatnya yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan.

Bambu Buluh Regen di Sumatera Utara dan bambu Kuring di Jambi, keduanya sering digunakan masyarakat sebagai bahan bangunan. Dendrochalamus Buar yang banyak terdapat di Siberut, Sumatera Barat; Fimbribambusa di Makassar, Sulawesi Selatan; dan Dendrochalamus Hait di Lampung. Bambu-bambu tersebut sering digunakan sebagai bahan bangunan dan kerajinan tradisional. Ancaman kepunahan akibat pengambilan bambu tanpa penanaman kembali menjadi penyebab lain.

Di Jawa, keberadaan bambu Eul-eul yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan pengobatan. Bambu ini semula banyak ditemui di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Namun, akibat ditebang sembarangan, bambu Eul-eul semakin sulit, ditemui. Bambu Fimbribambusa di Meru Betiri, Jawa Timur, dan Schizotachyum di Kalimantan Barat. Keduanya banyak diambil sebagai bahan kerajinan dan bahan bangunan.

Selain alih fungsi (guna) lahan yang menyebabkan bambu semakin berkurang dengan cepat adalah maraknya penyelundupan ke luar negeri. Ada modus sindikasi penyelundupan bambu ke luar negeri dari Yogyakarta ke Amerika Serikat. Di negara tersebut bambu dikembangbiakkan dan dijual 1.000 dollar AS per batang.

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, karena belum banyak kelebihan bambu endemik tersebut yang masih belum diketahui masyarakat. Selama ini bambu hanya digunakan sebagai bahan bangunan yang dipandang tidak memiliki nilai ekonomis tinggi.
Padahal jika diolah dengan alat tertentu secara benar, bambu bisa dijadikan sebagai bahan pakaian, papan bambu, atau bambu lapis.

Pemerintah diharapkan memerhatikan hal tersebut karena bila terus dibiarkan, keanekaragaman hayati bambu di Indonesia akan semakin berkurang. Pemerintah dianggap belum tertarik melindungi bambu sebagai kekayaan alam, hal itu akan menjadi pukulan besar bagi upaya perlindungan kekayaan alam yang dimiliki indonesia Indonesia. Hingga kini belum melihat ada usaha serius oleh pemerintah, terlihat dari minusnya dana penelitian pengembangan dan inovasi di bidang bambu.

Bambu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia berpotensi untuk dikembangkan baik sebagai tanaman hias maupun bahan baku produk. Kepala Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Morisco, mengatakan bahwa kegunaan bambu Indonesia belum dimanfaatkan maksimal. Arsitektur dan konstruksi bambu masih dianggap kuno meski kekuatannya tidak kalah jika dibandingkan dengan baja. Akibatnya, perlindungan terhadap jenis bambu diabaikan. Padahal, bila dilakukan rekayasa dengan benar, bambu bisa menjadi andalan berbagai bahan bangunan pengganti kayu yang semakin sulit didapatkan.

Kompas, ”Bambu Endemik Kini Terancam Punah”, Senin 29 Juni 2009.
Koran Tempo, ”Bambu Indonesia Terancam Punah”, Senin 29 Juni 2009.


Profil MAPK Surakarta

Profil MAPK / MAKN

PROFIL MAPK / MAKN SURAKARTA document.title += ” : PROFIL MAPK / MAKN SURAKARTA”;

PROFIL PROGRAM KHUSUS KEAGAMAAN (MAPK)PROGRAMMED ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL MAN 1 SURAKARTA

I. LANDASAN HUKUM

  1. Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional

  2. Peraturan Pemerintah RI No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah

  3. Keputusan Menag RI NO. 73 tahun 1987 tentang penyelenggaraan Madrasah Aliyah Program Khusus

  4. Keputusan Menag No. 371 tahun 1993 tentang Madrasah Aliyah Keagamaan

  5. Edaran Dirjen Bimbaga Islam No. E.IV/PP.00/A.2/445/94 tentang penataan Madrasah Aliyah.

  6. Edaran Dirjen Bimbaga Islam No. E/PP.00.6/J/54/97 tentang penyelenggaraan MAK

II. SELAYANG PANDANG

Program Khusus Keagamaan adalah salah satu program unggulan yang ada di MAN 1 Surakarta. Kekhususan Program ini terdapat dalam dalam tiga hal.

Pertama ; Sistem seleksi yang ketat dan memperyaratkan kemampuan kemampuan akademik tinggi ( nilai murni mapel agama minimal 7, nilai matematika dan bahasa Inggris minimal 6, dan diutamakan yang menduduki rangking 1 s/d 10 di kelas )

Kedua : Sistem pondok pesantren ( Islamic Boarding School ), di mana semua siswa harus tinggal di pondok/asrama di bawah pengawasan pembina selama 24 jam.

Ketiga : Bahasa Pengantar, di mana untuk semua mata pelajaran agama bahasa pengantar dalam KBM, buku pegangan dan referensi, serta tes evaluasi menggunakan bahasa Arab. Program ini pada awal berdirinya bernama Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK). MAPK didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 73 tahun 1987. Program ini didirikan sebagai koreksi atas pendidikan Islam ,terutama di bidang ilmu-ilmu agama, yang tidak dapat menghasilkan sarjana atau ulama yang memiliki kompetensi memadai. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sarjana Agama Islam yang tidak bisa membaca kitab kuning dan tidak menguasai bahasa Arab. Untuk itu, maka para pemikir pendidikan Islam pada waktu itu terutama para ulama’ merasakan pentingnya meningkatkan mutu pendidikan di Perguruan Tinggi Islam dengan menyiapkan calon in put yang berkualitas. Untuk itulah maka didirikan Madrasah Aliyah Program Khusus yang desain untuk melahirkan lulusan yang disiapkan menjadi in put IAIN dan Perguruan Tinggi Islam lainnya.

III. DESAIN KURIKULUM

Desain kurikulum MAPK terdiri dari 70 % ilmu-ilmu keislaman dan 30 % ilmu pengetahuan umum. Program ini didesain untuk menyiapakan peserta didik yang memiliki integritas keislaman dan kemampuan ilmu-ilmu keislaman yang memadai guna melanjutkan ke PT Islam baik di dalam maupun di luar negeri.Kegiatan Pembelajaran pada Program Khusus Keagamaan meliputi :

1. Program Pembelajaran pagi Merupakan pembelajaran terstruktur dengan kurikulum acuan standar nasional yang ditetapkan Departemen Agama dengan berbagai pengembangan.

STRUKTUR PROGRAM KURIKULUM

Profile Boarding School

Profil Boarding School

SISI LAIN DIBALIK BERDIRINYA PROGRAM BOARDING SCHOOL

Prof. Noeng Muhadjir (Pakar Kebijakan Pendidikan dan dosen Pasca Sarjana UIN Jogja) pernah berujar, madrasah aliyah baru akan dianggap (betul-betul) setara dengan SMA jika alumninya berhasil lolos seleksi di Fakultas Kedokteran PTN ternama. Meski diakui keberhasilan akademik peserta didik tidak secara an sich oleh karena dimana dia sekolah. Tetapi jika ada yang menembus level kedokteran semacam itu, patut diduga adanya aura (chemistry) akademik di madrasah yang mengarah ke level itu.

Program Boarding School adalah jawaban atas kegelisahan masyarakat akan rendahnya daya saing lulusan madrasah aliyah dalam perebutan kursi di PTN umum ternama baik melalui jalur beasiswa maupun jalur tes. Program ini menekankan pendalaman materi-materi dasar keilmuan (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, bahasa Inggris dan Komputer), yang dalam prosesnya dipersiapkan khusus untuk menjuarai even-even olimpiade. Ruh keagamaan tetap dipertahankan dalam amaliah-amaliah dan sunnah asrama. Keseimbangan dalam kompetensi keagamaan dan keilmuan menjadi dasar pemikiran (paradigma) program ini, sehingga ke depannya peserta didik diharapkan memiliki kapabilitas yang memadai dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah bersinergi dengan wahyu-wahyu illahiah. Sehingga siap berperan sebagai intelektual muslim dalam kancah dakwah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Labirin yang menyelimuti antara madrasah aliyah dengan prestasi akademik tinggi itu mulai terbuka dengan munculnya Program Boarding School. Adalah Jahja Umar, Ph.D (Dirjen Mapendais Depag Pusat, sebelumnya kolega Prof Noeng Muhadjir di Diknas Pusat) yang membuka portal tersebut melalui SK Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam RI Nomor : DJ.II/561.B/2005 tentang peningkatan mutu lulusan Madrasah Aliyah, sekaligus sebagai momentum berdirinya sembilan Program Boarding School di seluruh Indonesia antara lain di : Sumsel 1 buah, Sumut 1 buah, Kaltim 1 buah, Jabar 1 buah, Jateng 2 buah, Jatim 2 buah, Sulsel 1 buah, yang salah satunya adalah MAN 1 Surakarta. Bersamaan dengan itu ditandatangani MoU dengan PTN-PTN ternama (UI, IPB, ITB, UGM, ITS dan seluruh UIN di Indonesia) untuk mengakomodasi lulusan madrasah aliyah yang betul-betul qualified dan terseleksi secara fair untuk masuk ke jurusan-jurusan favorit dengan skema beasiswa akademik. Satu paket dengan MoU tersebut juga menyangkut kelanjutan studi para guru berupa beasiswa program S2 di PTN-PTN tersebut (saat ini guru Kimia MAN 1 Surakarta mendapat beasiswa S2 di ITS Surabaya atas nama Dra. Hj. Rukamtini).

Siswa Boarding School wajib tinggal di asrama selama masa pendidikan. Bukan semata-semata untuk pembentukan perilaku (shapping behavior), melainkan untuk terciptanya budaya akademik everytime knowledge pada peserta didik yang selalu tergerak melakukan penjelajahan intelektual (intelectual journey) baik di sekolah maupun di asrama. Desain kegiatan disusun sedemikian rupa untuk maksud tersebut, termasuk fasilitas laboratorium mini dan ketersediaan internet di asrama. Gambaran aktivitas harian siswa Program Boarding School adalah sebagai berikut :

No

Waktu

Kegiatan Pembelajaran

Keterangan

1

04.45 – 05.00

- Tilawatul Qur’an

Kelompok

2

05.00 – 06.00

- Pengembangan Kosa kata Arab & Inggris

- Conversation Arab atau Inggris

Kelompok

Kelompok

3

07.00 – 13.30

- KBM Pagi

Kurikuler terjadwal

4

14.00 – 16.30

- Tutorial Siang

Mafikib, TI dan Inggris

5

18.15 – 19.15

- Pengembangan Vocab

- Khitobah

- Kajian Keislaman

Klasikal

Kelompok

Klasikal

6

20.00 – 22.00

- Belajar mandiri / kelompok

Terbimbing

Selain kegiatan dalam lingkungan sekolah dan asrama, boarding school juga mengadakan kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor class activity), sebagai upaya untuk menambah wawasan keilmuan siswa. Sasarannya agar siswa memiliki wawasan kelimuan yang lebih luas sebagai bekal untuk menghadapi persaingan di dunia yang semakin ketat. Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang pernah diadakan adalah kunjungan ke Harian Solo Pos sebagai salah satu koran terkemuka di kota Solo. Siswa melalui kegiatan ini diharapkan memiliki wawasan tentang dunia jurnalistik. Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang lain adalah kunjungan sejarah ke obyek-obyek wisata sejarah, yaitu kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran, dengan tujuan agar siswa Boarding School tidak melupakan sejarah bangsanya dan meninggalkan budaya bangsanya sendiri.

Sedangkan sebagai wahana pembentukan sikap dan karakter siswa, diadakan kegiatan kajian, diskusi tentang berbagai masalah yang aktual di masyarakat, melalui kegiatan Bahtsul Masail, dimana siswa mengorganize sendiri kegiatan dari pembicara, moderator dan peserta. Tema kajian selalu berganti sesuai dengan perkembangan apa yang sedang terjadi di masyarakat. Dalam kegiatan ini, siswa Boarding melatih diri untuk bisa memberikan kontribusi berupa pemikiran, gagasan mengenai permasalahan yang sedang aktual di masyarakat sehingga diharapkan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kritis dengan kondisi yang ada di sekitarnya yang pada akhirnya mampu membentuk karakter dan sikap siswa Boarding School.

Sejak pendiriannya tahun 2005, Boarding School MAN 1 Surakarta telah menghasilkan alumni yang banyak diterima di PTN antara laisimulasi spmbnUNNES, UIN Yogyakarta, UIN Malang, UNS, dll. Hal ini membuktikan Boarding School MAN 1 Surakarta mampu berbicara dalam persaingan memperebutkan kursi di PTN ( Lihat bagian “ Alumni Boarding School” ). Untuk angkatan 2008/2009 diharapkan akan lebih banyak lagi yang diterima di PTN sehingga tujuan Boarding School yang ingin menciptakan alumni MAN yang qualified dapat tercapai sehingga Madrasah Aliyah tidak lagi dipandang sebelah mata oleh sekolah-sekolah negeri lainnya.

Sabtu, 09 Januari 2010

Sekolah Kita...., MAN 1 Surakarta...

I. Sejarah MAN 1 Surakarta

Madrasah Aliyah negeri 1 Surakarta awal mulanya adalah bagian dari Madrasah Aliyah Al-Islam Surakarta di bawah Yayasan Al-Islam pada tahun lima puluh-an ( Seribu Sembilan Ratus Lima Puluh-an -red ).

Karena keinginan pemerintah untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri, maka pemerintah meminta kepada Yayasan Al-Islam untuk mengangkat status madrasah tersebut dari swasta menjadi negeri.

Dengan adanya negosiasi dan telah dicapainya kesepakatan diantara kedua belah pihak, Yayasan Al-Islam merelakan sebagian siswa-siswinya dimasukkan ke Madrasah Aliyah Negeri. Penegerian Madrasah ini didasarkan surat keputusan menteri Agama RI No.180 Tahun 1967 tanggal 21 Juli 1967 dengan nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) Surakarta. Yang lokasinya masih satu tempat dengan MA Al-Islam sehingga dalam satu lokasi terdapat tiga lembaga pendidikan :

  1. Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Al -Islam yang dikepalai oleh H.A. Ruslan, BA.
  2. Madrasah Aliyah Al-Islam yang dikepalai oleh K.A.Mustafa.
  3. Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) yang dikepalai KM. Ma’muri ( Kyai Muhammad Ma’muri ).

MAAIN satu lokasi dengan Al-Islam di Jl. Honggowongso 65. Surakarta, selama 10 tahun. Kemudian pindah ke Grobagan, Surakarta. Madrasah ini baru menempati lokasi sendiri pada tgl 10 Mei 1977, bertempat di Jl. Sumpah Pemuda.

Sejak tahun 1990 MAN 1 Surakarta dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus ( MAPK ) yang kemudian berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan ( MAK ). Hal ini berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama RI No. 138 tahun 1990.

Tahun 2001, dengan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) MAN 1 Surakarta membuka program Workshop yang menempati lokal 3 di Jl. Sumpah Pemuda No. 29. Workshop keterampilan yang dibuka adalah tata busana, maintenance & repair computer, dan kesekretarisan yang bertujuan memberi bekal vokasional bagi peserta didik yang tidak melanjutkan studi karena beban ekonomi keluarga.

Pada tahun 2006 MAN 1 Surakarta mengembangkan program pendidikannya dengan membuka Program Boarding School yakni program berasrama bagi peserta didik yang berkosentrasi pada pengembangan akademik tinggi untuk siap bersaing di berbagai even lomba akademis seperti olimpiade, karya ilmiah, penelitian dan sejenisnya serta mempersiapkan peserta didik siap bersaing kursi di perguruan tinggi ternama pada jurusan yang prospektif seperti UGM, IPB, ITS, UIN Jakarta, UIN Malang (jejaring kerjasama Depag) dan PTN lain seperti STAN, STPN, STT Telkom, UNS, UNDIP dll.

II. VISI, MISI DAN TUJUAN

Tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta globalisasai disegala sisi kehidupan yang massif, menjadikan madrasah merespon tantangan tersebut sekaligus menangkap sebagai peluang untuk memajukan anak didik agar mampu beradaptasi dalam perkembangan global, bersaing dalam dinamika masyarakat yang demokratis, berkeadilan dan mengedepankan law enforcement; dengan tetap mengedepankan cara-cara mencerahkan serta akhlakul karimah (bil hikmah wa mau’idlotil hasanah) dan selalu membawa nafas islami dalam segala aktivitas. Untuk itu MAN 1 Surakarta mengembangkan Visi dan Misi sebagai berikut :

VISI :

TERBENTUKNYA GENERASI YANG ISLAMI DAN BERPRESTASI

MISI :

  1. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan Agama Islam
  2. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
  3. Mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal sesuai dengan bakat dan minatnya melalui proses pendidikan.
  4. Melaksanakan bimbingan secara efektif pada siswa untuk melanjutkan pendidikan.
  5. Meningkatkan daya saing dan kemampuan siswa ke perguruan tinggi.
  6. Meningkatkan penguasaan keterampilan dan life skill

III. Tujuan Madrasah

Tujuan Madrasah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Tujuan pengembangan ciri khas Agama Islam pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta adalah memberikan landasan Islami yang kokoh agar peserta didik memiliki kepribadian yang kuat dilandasi oleh nilai-nilai keislaman bagi perkembangan kehidupan selanjutnya.

A. Sarana Pendidikan

Dalam rangka menunjang keberhasilan pendidikannya, MAN 1 Surakarta berupaya secara bertahap untuk melengkapi sarana-prasarana pendidikannya. Hingga kini MAN 1 Surakarta telah memiliki ruang belajar yang representatif, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Asrama, Ruang Keterampilan, dan sarana penunjang lainnya.

Data Sarana Pendidikan MAN 1 Surakarta.

No

Jenis

Lokal

Luas (m2)

1

Ruang Kelas

30

1.822

2

Ruang Ka Madrasah

1

136

3

Ruang Kantor

2

88

4

Ruang Guru

2

144

5

Ruang Perpustakaan

1

112

6

Ruang Laboratorium :

- Lab. Bahasa

- Lab Biologi

- Lab Fisiska

- Lab Kimia

- Lab komputer

2

1

1

1

2

117

80

80

80

144

7

Ruang Keterampilan

- Ket. Komputer

- Ket. Mr. Komputer

- Ket. Tata Busana

- Ket. Kesekretariatan

1

1

1

1

56

265

280

263

8

Ruang Musholla

1

35

9

Ruang Asrama

6

1.496